Dunia dan Seisinya

Manusia lahir dalam keadaan tangan mengenggam sambil menangis menahan betapa beratnya mengarungi kehidupan. namun orang di sekitar tertawa riang, menyerahkan beban beratnya pada yang muda. dan sudah saatnya yg muda mengganti yang tua.

yah dunia dan seisinya

katanya dunia bisa digenggam dengan tangannya, ringan katanya. Namun setelah beberapa saat kemudian beban berat memegang dunia dan seisinya benar-benar berat.

inginkah dunia dan seisinya dimiliki secara utuh, meraih dunia dan seisinya adalah angan-angan dan kehidupan yang tidak kekal, ujian dan perantara untuk meraih akhirat.

ketika akhirat yang di cari maka dunia dan seisinya akan menjadi miliknya, ketika dunia yang dicari maka tak akan ada akhirat yang didapat.

About Muhtadin Abrori

Guru SDAl Irsyad Kota Tegal

Posted on 1 April 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: